Artikel ini saya ambil dari https://sekolahkoding.com, Tempat
belajar pemrograman berbasis Video, jadi teman - teman yang ingin belajar
pemrograman saya sarankan untuk belajar disana, tutorialnya berbahasa indonesia
dengan pembahasan yang jelas dan mudah dipahami tentunya. Tunggu apa lagi? ayo
belajar membuat program sekarang juga, yang sudah belajar, terus kembangin yaa
;). Langsung saja ke artikel =>>
Zaman semakin maju, kesempatan dan ilmu pengetahuan semakin terbuka. ‘Katanya’ jumlah kebutuhan berbagai bidang termasuk di bidang informatika masih belum sanggup dipenuhi jumlahnya, tapi entar kenapa ketika melihat di berita masih banyak permasalahan lapangan kerja alias pengangguran.
Apakah ijazah penting untuk pekerjaan
Topik ini tidak ada habisnya untuk dibahas, saya akan sempitkan topiknya di bidang informatik atau lebih sempit lagi untuk para programmer. Sangat kontroversial, tapi saya harus bilang kalau ijazah tidak butuh kalau mau jadi programmer. Programmer itu hasil dari teori-berpikir-praktek. Tidak ada yang lebih penting dari satu dan yang lain, tapi untuk mempelajari itu semua di luar kuliah sangat memungkinkan.
Apakah kuliah menghabiskan waktu?
Terlalu ‘kasar’ kalau bilang seperti ini. Tapi permasalahannya motivasi orang yang kuliah akan sangat berbeda dengan orang yang belajar atas kemauan sendiri. Tentu kombinasi sempurna kalau orangnya kuliah dan mempunyai semangat belajar yang besar di dalam dan di luar kuliahannya. Belajar dari guru langsung memang akan jauh lebih berkah dengan syarat: murid dan gurunya sama-sama semangat yang tentunya datang dari punya tujuan yang memotivasi. Sementara orang kuliah kadang ‘terpaksa’, sekedar menyelesaikan tugas, bahkan ada yang membayar untuk mendapat nilai bagus, ada lagi yang membayar biar langusng bergelar tanpa repot-repot. Indonesia memang membingungkan…
Terlalu ‘kasar’ kalau bilang seperti ini. Tapi permasalahannya motivasi orang yang kuliah akan sangat berbeda dengan orang yang belajar atas kemauan sendiri. Tentu kombinasi sempurna kalau orangnya kuliah dan mempunyai semangat belajar yang besar di dalam dan di luar kuliahannya. Belajar dari guru langsung memang akan jauh lebih berkah dengan syarat: murid dan gurunya sama-sama semangat yang tentunya datang dari punya tujuan yang memotivasi. Sementara orang kuliah kadang ‘terpaksa’, sekedar menyelesaikan tugas, bahkan ada yang membayar untuk mendapat nilai bagus, ada lagi yang membayar biar langusng bergelar tanpa repot-repot. Indonesia memang membingungkan…
Belajar di luar kuliah?
Sementara masalah ketika belajar di luar adalah kuliah, biasanya akan bingung belajar apa, kurikulumnya apa, setelah ini belajar apa dan seterusnya. https://sekolahkoding.com akan terus berusaha mengawinkan kebutuhan di dunia nyata apa yang teman-teman butuhkan untuk masuk kategori ‘siap’, baik itu membuat produk sendiri ataupun bekerja bersama orang lain. Dan tentunya sekolah koding tidak sendiri, ada https://www.phpindonesia.or.id/ yang sangat rajin membuat event-event offline, mempertemukan langsung para programmer untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Ada https://codesaya.com/ yang membuat tool luar biasa, agar teman-teman yang mau belajar program bisa secara interaktif, mendapatkan respon dan mengukur kemampuan secara langsung. Ada juga https://www.codepolitan.com/ yang tidak bosan-bosan mengupdate berita berita teknologi dan inspirasi terbaru dari dunia programming. Tidak ketinggalan juga program-program intensif seperti http://pondokprogrammer.com/ untuk belajar koding. Jangan membatas diri dengan sumber-sumber yang saya sebutkan, cari sumber yang lain, jangan puas, tapi tetap fokus dengan tujuan. Kalau 'pace belajar' kita tinggi, kita tidak perlu menunggu semester berikutnya untuk belajar materi yang lain, kita tidak perlu pernyataan dosen, apakah kita layak dapat kerja atau tidak, kita tidak perlu nilai yang membuat tegang dan minder. TAPI.. kalu teman-teman memutuskan ngga kuliah dan hanya males-malesan, ini sih jadi trainer pokemon aja.
Sementara masalah ketika belajar di luar adalah kuliah, biasanya akan bingung belajar apa, kurikulumnya apa, setelah ini belajar apa dan seterusnya. https://sekolahkoding.com akan terus berusaha mengawinkan kebutuhan di dunia nyata apa yang teman-teman butuhkan untuk masuk kategori ‘siap’, baik itu membuat produk sendiri ataupun bekerja bersama orang lain. Dan tentunya sekolah koding tidak sendiri, ada https://www.phpindonesia.or.id/ yang sangat rajin membuat event-event offline, mempertemukan langsung para programmer untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Ada https://codesaya.com/ yang membuat tool luar biasa, agar teman-teman yang mau belajar program bisa secara interaktif, mendapatkan respon dan mengukur kemampuan secara langsung. Ada juga https://www.codepolitan.com/ yang tidak bosan-bosan mengupdate berita berita teknologi dan inspirasi terbaru dari dunia programming. Tidak ketinggalan juga program-program intensif seperti http://pondokprogrammer.com/ untuk belajar koding. Jangan membatas diri dengan sumber-sumber yang saya sebutkan, cari sumber yang lain, jangan puas, tapi tetap fokus dengan tujuan. Kalau 'pace belajar' kita tinggi, kita tidak perlu menunggu semester berikutnya untuk belajar materi yang lain, kita tidak perlu pernyataan dosen, apakah kita layak dapat kerja atau tidak, kita tidak perlu nilai yang membuat tegang dan minder. TAPI.. kalu teman-teman memutuskan ngga kuliah dan hanya males-malesan, ini sih jadi trainer pokemon aja.
Kondisi saat melamar perkerjaan sekarang
Di dunia nyata sendiri, saya bohong kalau bilang, semua perusahaan sudah tidak melihat ijazah (note: melihat bukan membutuhkan). Entah perusahaan ini sendiri benar-benar butuh ijazahnya atau belum punya filter/parameter yang kuat bagaimana mencari talenta sesuai yang dibutuhkan, bukan sekedar mengisi posisi kosong. Sekarang sendiri, tidak sedikit startup-startup yang mulai dengan spesifik menjelaskan kebutuh programer apa yang dicari tanpa melihat ijazah sama sekali. Dan tentunya saya lebih setuju yang kedua, karena itu yang jauh lebih relevan, menguntungkan semua pihak. Lalu bagaimana cara membuat filter yang ideal bagi perusahaan untuk calon programmer? Portofolio dan test ! lihat portofolionya, apa saja yang pernah dibuat selama ini, portofolio akan memperlihatkan proses dan kerasnya ‘dia’ belajar selama ini. Bukan sekedar menampilkan link portfolionya, tapi dengan penjelasan apa yang dia kerjakan, untuk apa, dan dari sisi teknis, apa saja yang diimplementasikan.
Di dunia nyata sendiri, saya bohong kalau bilang, semua perusahaan sudah tidak melihat ijazah (note: melihat bukan membutuhkan). Entah perusahaan ini sendiri benar-benar butuh ijazahnya atau belum punya filter/parameter yang kuat bagaimana mencari talenta sesuai yang dibutuhkan, bukan sekedar mengisi posisi kosong. Sekarang sendiri, tidak sedikit startup-startup yang mulai dengan spesifik menjelaskan kebutuh programer apa yang dicari tanpa melihat ijazah sama sekali. Dan tentunya saya lebih setuju yang kedua, karena itu yang jauh lebih relevan, menguntungkan semua pihak. Lalu bagaimana cara membuat filter yang ideal bagi perusahaan untuk calon programmer? Portofolio dan test ! lihat portofolionya, apa saja yang pernah dibuat selama ini, portofolio akan memperlihatkan proses dan kerasnya ‘dia’ belajar selama ini. Bukan sekedar menampilkan link portfolionya, tapi dengan penjelasan apa yang dia kerjakan, untuk apa, dan dari sisi teknis, apa saja yang diimplementasikan.
Kedua adalah test, ini jauh lebih spesifik lagi, perusahaan bisa membuat test yang akan berhubungan dengan pekerjaannya nanti, dari sini kita akan lebih jelas melihat apakah calon ini mumpuni atau tidak masuk ke dunia persilatan. Artinya, dibandingkan sibuk memikirkan nilai dan ijazah, lebih baik teman-teman yang mencari pekerjaan sibuk menilai diri sendiri, sudah sejauh apa belajarnya, apa yang sudah dibuat, bukan 'apa yang bisa saya buat', bisa hanya akan melayang di pikiran, orang tidak akan melihat hasilnya, kerjakan, mulai berkaraya sekarang, terus update berita-berita teknologi terbaru, cari solusi terbaik dari setiap proyek yang dijerjakan.
Saya mau melamar anak bapak
Tentunya lebih jelas lagi, kalau teman-teman membuat produk sendiri, tidak akan ada yang meminta ijazah, kecuali mertua mungkin :P , biasanya akan ditanya kuliah apa, gelarnya apa, (kata orang, bukan pengalaman :D). Jawab aja, saya membuat Indonesia jauh lebih baik *resiko tanggung masing-masing
Tentunya lebih jelas lagi, kalau teman-teman membuat produk sendiri, tidak akan ada yang meminta ijazah, kecuali mertua mungkin :P , biasanya akan ditanya kuliah apa, gelarnya apa, (kata orang, bukan pengalaman :D). Jawab aja, saya membuat Indonesia jauh lebih baik *resiko tanggung masing-masing
Tambahan podcast mendapatkan kerja pertama https://sekolahkoding.com/podcast/cara-dapat-kerja-pertama
Semoga bermanfaat :)
See you next article, Salam Programmer Indonesia!

0 komentar