Membuat produk ataupun karya belum pernah semudah zaman sekarang. Nyalakan komputer, mulai ngoding, promosikan di social media. Kita ngga perlu izin ke siapa-siapa untuk mulai berkarya. Tapi kondisi ini ngga terwakili oleh mental manusianya sama sekali. Orang-orang ngga berhenti mengeluh, tidak punya motivasilah, susah cari internetlah dan masih banyak lagi.
Faktanya, kita bisa download text-editor (tempat ngerjain kodenya) dengan gratis. Kita bisa cari internet di kafe atau tempat seperti DiLo (cari di google yah..) yang menyediakan tempat dan internet dengan gratis.
Berhenti Mengeluh
Kalau teman-teman ngga ngeluh dan menerima kondisinya, okay, tidak ada masalah. Problemnya, ketika teman-teman belajar dan bekerja sangat sedikit, tapi mengeluh, cemburu dengan orang-orang lain yang berhasil. Bertanya bagaima caranya menjadi “si A" atau ko bisa ya “si A” kaya gitu..
Sebut saja ada si A dan si B. Si A berani menginvestasikan waktu dan uangnya untuk belajar dan bekerja. Si A mengorbankan waktu mainnya (tentu tidak sepenuhnya) untuk berkonsentrasi belajar, selain itu si A juga mengeluarkan uang untuk membeli buku-buku. Bandingkan dengan si B yang menghabiskan waktu di social media menginformasikan hidupnya yang orang lain sama sekali tidak tertarik. Si B mendownload berbagai macam sumber belajar dengan gratis, tapi hanya di tumpuk di folder sebelum semuanya dihapus. Mana yang akan melihat hasil, mana yang akan serius belajar, mana yang lebih menghargai ilmu ?
Tidak ada yang baru, kita yang tidak belajar. Cerita lama akan berulang, kita hanya akan menonton melihat seorang teman yang suatu hari sukses, teman yang dulu dianggap aneh, tidak banyak bermain sekarang sedang membicarakan permasalahan-permasalahan di dunia dan solusinya. Kita hanya bisa mengeluh keadaan sekarang, waktu bermain sudah habis.
Tapi saya tidak ada waktu dan uang
Tidak ada waktu? semua orang diberi porsi waktu yang sama, 24 jam. Tidak punya uang? Semua orang punya kesempatan bekerja yang sama. Teman-teman bisa menjual sesuatu di internet dengan sangat mudah jaman sekarang, ada berbagai macam pilihan e-commerce. Punya skill? tidak kalah banyak juga website-website yang menjadi penengah, mempertemukan orang yang butuh “sesuatu” dengan orang yang bisa melakukannya.
Belum lagi, banyak yang berpacaran, membeli berbagai macam mainan, nonton di bioskop dan berbagai macam hiburan lainnya dengan meminta uang orangtuanya. Tapi ketika berhubungan dengan edukasi, hal yang bermanfaat untuk dirinya sendiri, langsung menjadi “orang termiskin di dunia”, tidak berani berinvestasi. Masalah prioritas mana yang penting memang masih menjadi masalah. Hal-hal jangka panjang masih gagal untuk dilihat, masih kalah dengan hal-hal jangka pendek.
Apa langkah kongkritnya?
Mulai sekarang! Kita bisa merencanakan untuk belajar suatu hal dengan sangat detail, tapi tidak akan ada artinya kalo tidak dimulai. Banyak hal yang terlihat sangat menyeramkan dari luar, ingat, mengambil langkah pertama memang tidak mudah. Hal yang paling jelek yang bisa terjadi adalah kita punya pengalaman yang bisa dimanfaatkan untuk karya yang berikutnya.
Kita bisa merencanakan suatu bisnis, startup dll. yang dalam hati kita akan merasa ini yang terbaik, ide ini luar biasa, dan pujian-pujian lainnnya. Faktanya tidak akan ada yang terbukti kalau semua itu tidak dikerjakan. Mulai lebih awal, belajar lebih cepat dari kesalahan-kesalahan, dan tentunya berhenti mengeluh!
See you next Article, Salam Programmer Indonesia!
Next
« Next Post
« Next Post
Previous
Prev Post »
Prev Post »

0 komentar