Membuat produk ataupun karya belum pernah semudah zaman sekarang. Nyalakan komputer, mulai ngoding, promosikan di social media. Kita ngga perlu izin ke siapa-siapa untuk mulai berkarya. Tapi kondisi ini ngga terwakili oleh mental manusianya sama sekali. Orang-orang ngga berhenti mengeluh, tidak punya motivasilah, susah cari internetlah dan masih banyak lagi.
Faktanya, kita bisa download text-editor (tempat ngerjain kodenya) dengan gratis. Kita bisa cari internet di kafe atau tempat seperti DiLo (cari di google yah..) yang menyediakan tempat dan internet dengan gratis.
Berhenti Mengeluh
Kalau teman-teman ngga ngeluh dan menerima kondisinya, okay, tidak ada masalah. Problemnya, ketika teman-teman belajar dan bekerja sangat sedikit, tapi mengeluh, cemburu dengan orang-orang lain yang berhasil. Bertanya bagaima caranya menjadi “si A" atau ko bisa ya “si A” kaya gitu..
Sebut saja ada si A dan si B. Si A berani menginvestasikan waktu dan uangnya untuk belajar dan bekerja. Si A mengorbankan waktu mainnya (tentu tidak sepenuhnya) untuk berkonsentrasi belajar, selain itu si A juga mengeluarkan uang untuk membeli buku-buku. Bandingkan dengan si B yang menghabiskan waktu di social media menginformasikan hidupnya yang orang lain sama sekali tidak tertarik. Si B mendownload berbagai macam sumber belajar dengan gratis, tapi hanya di tumpuk di folder sebelum semuanya dihapus. Mana yang akan melihat hasil, mana yang akan serius belajar, mana yang lebih menghargai ilmu ?
Tidak ada yang baru, kita yang tidak belajar. Cerita lama akan berulang, kita hanya akan menonton melihat seorang teman yang suatu hari sukses, teman yang dulu dianggap aneh, tidak banyak bermain sekarang sedang membicarakan permasalahan-permasalahan di dunia dan solusinya. Kita hanya bisa mengeluh keadaan sekarang, waktu bermain sudah habis.
Tapi saya tidak ada waktu dan uang
Tidak ada waktu? semua orang diberi porsi waktu yang sama, 24 jam. Tidak punya uang? Semua orang punya kesempatan bekerja yang sama. Teman-teman bisa menjual sesuatu di internet dengan sangat mudah jaman sekarang, ada berbagai macam pilihan e-commerce. Punya skill? tidak kalah banyak juga website-website yang menjadi penengah, mempertemukan orang yang butuh “sesuatu” dengan orang yang bisa melakukannya.
Belum lagi, banyak yang berpacaran, membeli berbagai macam mainan, nonton di bioskop dan berbagai macam hiburan lainnya dengan meminta uang orangtuanya. Tapi ketika berhubungan dengan edukasi, hal yang bermanfaat untuk dirinya sendiri, langsung menjadi “orang termiskin di dunia”, tidak berani berinvestasi. Masalah prioritas mana yang penting memang masih menjadi masalah. Hal-hal jangka panjang masih gagal untuk dilihat, masih kalah dengan hal-hal jangka pendek.
Apa langkah kongkritnya?
Mulai sekarang! Kita bisa merencanakan untuk belajar suatu hal dengan sangat detail, tapi tidak akan ada artinya kalo tidak dimulai. Banyak hal yang terlihat sangat menyeramkan dari luar, ingat, mengambil langkah pertama memang tidak mudah. Hal yang paling jelek yang bisa terjadi adalah kita punya pengalaman yang bisa dimanfaatkan untuk karya yang berikutnya.
Kita bisa merencanakan suatu bisnis, startup dll. yang dalam hati kita akan merasa ini yang terbaik, ide ini luar biasa, dan pujian-pujian lainnnya. Faktanya tidak akan ada yang terbukti kalau semua itu tidak dikerjakan. Mulai lebih awal, belajar lebih cepat dari kesalahan-kesalahan, dan tentunya berhenti mengeluh!
See you next Article, Salam Programmer Indonesia!
Home
Archives for Agustus 2016
Tips Belajar Maksimal!
Tips ini adalah cara belajar saya, mungkin bisa membantu temen - temen yang lagi belajar, ataupun ngerjain sesuatu.
Sebagian dari kita ada yang pernah dengar Teko (Wadahnya kopi atau teh itu lhoo), teko hanya ngeluarin isinya, kalo teh ya keluarnya teh, kalo kopi ya keluarnya kopi, begitu juga kita sebagai manusia, dalam beraktifitas ataupun sekedar berbicara yang keluar tentunya apa yang ada di diri kita sendiri. Atau singkatnya apa yang kita pelajari atau input yang masuk ke kita.
Bagaimana kita mau ngasih atau ngajari sesuatu yang baik, tetapi kita sendiri nggak punya ilmunya, dan untuk mencari ilmunya sendiri yang harus kita lewati tentunya ya belajar, sayangnya belajar itu tidak semudah itu, banyak yang nyerah ditengah jalan, banyak yang ngerasa udah belajar tapi sia sia dan alasan - alasan lainnya.
Untuk itu saya akan membagikan tips agar gimana kita tetep bisa fokus dan konsentrasi selama belajar, tipsnya singkat sekali, totalnya ada 8, yaitu :
1. Bikin rencana
Jadi jangan mengalir aja seperti air, nggak semua yang ngalir itu bagus, buktinya di toilet air juga ngalir, harus ada plan, harus ada rencana apa yang kita selesaikan atau kita kuasain setelah selesai belajar.
2. Fokus ke satu tugas atau satu tema
Karena seringkali kita tau kalo orang serakah pada akhirnya gak dapet apa - apa.
3. Istirahat
Jangan belajar seperti kereta nggak berhenti. Konsentrasi nggk bisa konsisten selama itu, ambil waktu istirahat dan manfaatkan dg baik.
4. Jangan selalu cek sosial media
Jaman sekarang sosmed ada banyak banget apalagi harus ngecek 10 sampai 15 menit sekali. Percaya kita nggak akan ketinggalan sama sekali, meskipun kita nggak nglakuin ini.
5. Keluar dan jalan - jalan
Terutama anak komputer, kalian harus menghirup udara segar, jangan hanya diruangan terus.
6. Harus keluar topik
Maksutnya apa disini, jangan mentang - mentang anak komputer misalnya, jadi nggak mau baca berita atau mau ngebuka wawasan tentang ekonomi, tentang politik dan lain - lain. Luaskan wawasan dan manfaatnya pasti bakal nyusul.
7. Ambil waktu buat merenung
Selalu review atau cek apa yang berhasil kita pelajari, kalau nggak, tanyain apa penghalangnya, kenapa kita nggak bisa belajar yang ini, harus improve setiap hari.
8. Inget mati
Waah. Ini ngeri sekali ini. Karena ini jadi teguran besar buat kita, udah ada belum manfaat yg bisa kita tinggalin kalo kita meninggal atau kita ninggal gitu aja, orang sama sekali bakal nggak inget kita kalo kita emang sama sekali nggak ada manfaatnya.
Itu saja tips singkat dari saya, kalo yang namanya belajar itu gampang, semua orang pasti bakal pinter diseluruh dunia ini. Tapi udah fitrahnya atau udah standarnya. Semua orang - orang yang berjuang dan sabar yang bisa panen hasil dari perjuangan dia selama belajar.
See you next article, Salam Programmer Indonesia!
Cara mendapatkan pekerjaan pertama
Artikel ini saya ambil dari https://sekolahkoding.com, Tempat
belajar pemrograman berbasis Video, jadi teman - teman yang ingin belajar
pemrograman saya sarankan untuk belajar disana, tutorialnya berbahasa indonesia
dengan pembahasan yang jelas dan mudah dipahami tentunya. Tunggu apa lagi? ayo
belajar membuat program sekarang juga, yang sudah belajar, terus kembangin yaa
;). Langsung saja ke artikel =>>
Zaman semakin maju, kesempatan dan ilmu pengetahuan semakin terbuka. ‘Katanya’ jumlah kebutuhan berbagai bidang termasuk di bidang informatika masih belum sanggup dipenuhi jumlahnya, tapi entar kenapa ketika melihat di berita masih banyak permasalahan lapangan kerja alias pengangguran.
Apakah ijazah penting untuk pekerjaan
Topik ini tidak ada habisnya untuk dibahas, saya akan sempitkan topiknya di bidang informatik atau lebih sempit lagi untuk para programmer. Sangat kontroversial, tapi saya harus bilang kalau ijazah tidak butuh kalau mau jadi programmer. Programmer itu hasil dari teori-berpikir-praktek. Tidak ada yang lebih penting dari satu dan yang lain, tapi untuk mempelajari itu semua di luar kuliah sangat memungkinkan.
Apakah kuliah menghabiskan waktu?
Terlalu ‘kasar’ kalau bilang seperti ini. Tapi permasalahannya motivasi orang yang kuliah akan sangat berbeda dengan orang yang belajar atas kemauan sendiri. Tentu kombinasi sempurna kalau orangnya kuliah dan mempunyai semangat belajar yang besar di dalam dan di luar kuliahannya. Belajar dari guru langsung memang akan jauh lebih berkah dengan syarat: murid dan gurunya sama-sama semangat yang tentunya datang dari punya tujuan yang memotivasi. Sementara orang kuliah kadang ‘terpaksa’, sekedar menyelesaikan tugas, bahkan ada yang membayar untuk mendapat nilai bagus, ada lagi yang membayar biar langusng bergelar tanpa repot-repot. Indonesia memang membingungkan…
Terlalu ‘kasar’ kalau bilang seperti ini. Tapi permasalahannya motivasi orang yang kuliah akan sangat berbeda dengan orang yang belajar atas kemauan sendiri. Tentu kombinasi sempurna kalau orangnya kuliah dan mempunyai semangat belajar yang besar di dalam dan di luar kuliahannya. Belajar dari guru langsung memang akan jauh lebih berkah dengan syarat: murid dan gurunya sama-sama semangat yang tentunya datang dari punya tujuan yang memotivasi. Sementara orang kuliah kadang ‘terpaksa’, sekedar menyelesaikan tugas, bahkan ada yang membayar untuk mendapat nilai bagus, ada lagi yang membayar biar langusng bergelar tanpa repot-repot. Indonesia memang membingungkan…
Belajar di luar kuliah?
Sementara masalah ketika belajar di luar adalah kuliah, biasanya akan bingung belajar apa, kurikulumnya apa, setelah ini belajar apa dan seterusnya. https://sekolahkoding.com akan terus berusaha mengawinkan kebutuhan di dunia nyata apa yang teman-teman butuhkan untuk masuk kategori ‘siap’, baik itu membuat produk sendiri ataupun bekerja bersama orang lain. Dan tentunya sekolah koding tidak sendiri, ada https://www.phpindonesia.or.id/ yang sangat rajin membuat event-event offline, mempertemukan langsung para programmer untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Ada https://codesaya.com/ yang membuat tool luar biasa, agar teman-teman yang mau belajar program bisa secara interaktif, mendapatkan respon dan mengukur kemampuan secara langsung. Ada juga https://www.codepolitan.com/ yang tidak bosan-bosan mengupdate berita berita teknologi dan inspirasi terbaru dari dunia programming. Tidak ketinggalan juga program-program intensif seperti http://pondokprogrammer.com/ untuk belajar koding. Jangan membatas diri dengan sumber-sumber yang saya sebutkan, cari sumber yang lain, jangan puas, tapi tetap fokus dengan tujuan. Kalau 'pace belajar' kita tinggi, kita tidak perlu menunggu semester berikutnya untuk belajar materi yang lain, kita tidak perlu pernyataan dosen, apakah kita layak dapat kerja atau tidak, kita tidak perlu nilai yang membuat tegang dan minder. TAPI.. kalu teman-teman memutuskan ngga kuliah dan hanya males-malesan, ini sih jadi trainer pokemon aja.
Sementara masalah ketika belajar di luar adalah kuliah, biasanya akan bingung belajar apa, kurikulumnya apa, setelah ini belajar apa dan seterusnya. https://sekolahkoding.com akan terus berusaha mengawinkan kebutuhan di dunia nyata apa yang teman-teman butuhkan untuk masuk kategori ‘siap’, baik itu membuat produk sendiri ataupun bekerja bersama orang lain. Dan tentunya sekolah koding tidak sendiri, ada https://www.phpindonesia.or.id/ yang sangat rajin membuat event-event offline, mempertemukan langsung para programmer untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Ada https://codesaya.com/ yang membuat tool luar biasa, agar teman-teman yang mau belajar program bisa secara interaktif, mendapatkan respon dan mengukur kemampuan secara langsung. Ada juga https://www.codepolitan.com/ yang tidak bosan-bosan mengupdate berita berita teknologi dan inspirasi terbaru dari dunia programming. Tidak ketinggalan juga program-program intensif seperti http://pondokprogrammer.com/ untuk belajar koding. Jangan membatas diri dengan sumber-sumber yang saya sebutkan, cari sumber yang lain, jangan puas, tapi tetap fokus dengan tujuan. Kalau 'pace belajar' kita tinggi, kita tidak perlu menunggu semester berikutnya untuk belajar materi yang lain, kita tidak perlu pernyataan dosen, apakah kita layak dapat kerja atau tidak, kita tidak perlu nilai yang membuat tegang dan minder. TAPI.. kalu teman-teman memutuskan ngga kuliah dan hanya males-malesan, ini sih jadi trainer pokemon aja.
Kondisi saat melamar perkerjaan sekarang
Di dunia nyata sendiri, saya bohong kalau bilang, semua perusahaan sudah tidak melihat ijazah (note: melihat bukan membutuhkan). Entah perusahaan ini sendiri benar-benar butuh ijazahnya atau belum punya filter/parameter yang kuat bagaimana mencari talenta sesuai yang dibutuhkan, bukan sekedar mengisi posisi kosong. Sekarang sendiri, tidak sedikit startup-startup yang mulai dengan spesifik menjelaskan kebutuh programer apa yang dicari tanpa melihat ijazah sama sekali. Dan tentunya saya lebih setuju yang kedua, karena itu yang jauh lebih relevan, menguntungkan semua pihak. Lalu bagaimana cara membuat filter yang ideal bagi perusahaan untuk calon programmer? Portofolio dan test ! lihat portofolionya, apa saja yang pernah dibuat selama ini, portofolio akan memperlihatkan proses dan kerasnya ‘dia’ belajar selama ini. Bukan sekedar menampilkan link portfolionya, tapi dengan penjelasan apa yang dia kerjakan, untuk apa, dan dari sisi teknis, apa saja yang diimplementasikan.
Di dunia nyata sendiri, saya bohong kalau bilang, semua perusahaan sudah tidak melihat ijazah (note: melihat bukan membutuhkan). Entah perusahaan ini sendiri benar-benar butuh ijazahnya atau belum punya filter/parameter yang kuat bagaimana mencari talenta sesuai yang dibutuhkan, bukan sekedar mengisi posisi kosong. Sekarang sendiri, tidak sedikit startup-startup yang mulai dengan spesifik menjelaskan kebutuh programer apa yang dicari tanpa melihat ijazah sama sekali. Dan tentunya saya lebih setuju yang kedua, karena itu yang jauh lebih relevan, menguntungkan semua pihak. Lalu bagaimana cara membuat filter yang ideal bagi perusahaan untuk calon programmer? Portofolio dan test ! lihat portofolionya, apa saja yang pernah dibuat selama ini, portofolio akan memperlihatkan proses dan kerasnya ‘dia’ belajar selama ini. Bukan sekedar menampilkan link portfolionya, tapi dengan penjelasan apa yang dia kerjakan, untuk apa, dan dari sisi teknis, apa saja yang diimplementasikan.
Kedua adalah test, ini jauh lebih spesifik lagi, perusahaan bisa membuat test yang akan berhubungan dengan pekerjaannya nanti, dari sini kita akan lebih jelas melihat apakah calon ini mumpuni atau tidak masuk ke dunia persilatan. Artinya, dibandingkan sibuk memikirkan nilai dan ijazah, lebih baik teman-teman yang mencari pekerjaan sibuk menilai diri sendiri, sudah sejauh apa belajarnya, apa yang sudah dibuat, bukan 'apa yang bisa saya buat', bisa hanya akan melayang di pikiran, orang tidak akan melihat hasilnya, kerjakan, mulai berkaraya sekarang, terus update berita-berita teknologi terbaru, cari solusi terbaik dari setiap proyek yang dijerjakan.
Saya mau melamar anak bapak
Tentunya lebih jelas lagi, kalau teman-teman membuat produk sendiri, tidak akan ada yang meminta ijazah, kecuali mertua mungkin :P , biasanya akan ditanya kuliah apa, gelarnya apa, (kata orang, bukan pengalaman :D). Jawab aja, saya membuat Indonesia jauh lebih baik *resiko tanggung masing-masing
Tentunya lebih jelas lagi, kalau teman-teman membuat produk sendiri, tidak akan ada yang meminta ijazah, kecuali mertua mungkin :P , biasanya akan ditanya kuliah apa, gelarnya apa, (kata orang, bukan pengalaman :D). Jawab aja, saya membuat Indonesia jauh lebih baik *resiko tanggung masing-masing
Tambahan podcast mendapatkan kerja pertama https://sekolahkoding.com/podcast/cara-dapat-kerja-pertama
Semoga bermanfaat :)
See you next article, Salam Programmer Indonesia!
Semangat untuk memberikan Solusi!
Dalam membangun sebuah bisnis startup, hal yang paling utama yang harus dilakukan adalah selesaikan masalah, jangan memulai bisnis terlebih dahulu. Jadi pikirkan bagaimana bisnis yang kita buat dapat menyelesaikan masalah - masalah yang ada di sekitar kita. Kita beruntung lho hidup di Indonesia, negara yang memiliki sejuta peluang dan potensi, akan tetapi banyak sekali masalah mendesak yang harus diselesaikan. Setelah kita menemukan masalah, hal selanjutnya tentunya kita butuh yang namanya validasi bukan hanya asumsi, banyak sekali startup yang gagal karena masalah ini, banyak yang pandai membuat solusi, tetapi belum banyak yang menerjemahkan masalah dengan presisi. Tidak semua masalah butuh aplikasi, ada yang memang bagian dari proses, dan ada yang memang butuh solusi. Segala bisnis yang matang tidak dimulai dengan sebuah asumsi, gunakan data saat validasi. Lalu salah satu solusi yang tepat dalam memvalidasi sebuah ide startup adalah dengan bergabung ke dalam sebuah komunitas, di komunitas kita bisa mendiskusikan ide yang kita miliki agar kita mengetahui lebih dalam permasalahan yang ingin kita selesaikan. Lalu di komunitas kita juga bisa menemukan seseorang dengan visi yang sama dengan kita, dengan begitu kita bisa membangun relasi didalam sebuah komunitas.
Didalam sebuah komunitas kita bisa menambah skill dalam berorganisasi, banyak sekali startup yang memiliki tim dengan keahlian yang mumpuni disetiap posisinya tetapi kurangnya skill berorganisasi menjadikan startup tersebut gagal, kurang lebih begitu yang dikemukakan oleh Zam Arianto founder dari Sedekah Ilmu.
Bagaimana cara membentuk Tim dalam proyek startup kita? dalam membentuk sebuah Tim yang terpenting adalah sama - sama memiliki visi dan semangat yang sama. Startup sendiri diawali dengan semangat bersama untuk memecahkan sebuah permasalahan bukan profit oriented, dan salah satu tugas Founder nantinya adalah menggali potensi dari team yang dimiliki.
Beberapa orang mungkin berpikir dalam membuat startup, uang adalah hal yang terpenting. jadi membuat mereka berfokus pada pendanaan dari investor. Dalam hal ini uang memanglah penting, tetapi yang menjadi fokus kita jangan ke uangnya dulu. Yang pertama kita lihat perlu atau tidak pendanaan tersebut untuk kebutuhan startup kita, kalau dirasa tidak mengerti, scalling saja dulu bagaimana dan kebutuhan apa saja yang diperlukan. kalau dirasa tidak perlu ya mending menggunakan pendanaan secara mandiri (bootstraping), tetapi jangan menjadikan fitur dari startup sebagai objek pencarian dana, dan memaksakan startupnya untuk menghasilkan uang secepat mungkin, apalagi startup yang baru berkembang, seperti halnya bayi yang baru lahir, bayi butuh digendong, disuapin, diajarkan bicara dan berjalan, jangan dipaksa bayi untuk mencari makan sendiri, atau malah mengasih makan pendirinya, mungkin kodratnya seperti itu. Pastinya semuanya ada polanya, seperti kita menanam padi, tidak mungkin dong kita memanen dalam hitungan hari.

Mungkin itu pemahaman saya tentang startup, ini semua saya peroleh dalam sebuah seminar yang bernama Ignition, yang digelar oleh Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di Surabaya beberapa waktu yang lalu. Dan saya rasa semua orang bisa untuk membentuk sebuah startup, asal ada niat yang tulus, pola pikir yang benar, serta kemauan yang besar.
See you next article, dan Salam Programmer Indonesia!
Bingung Mau Belajar Web Programming? Bingung juga Harus Mulai dari Mana?
Dulu saya juga bingung, ingin membuat aplikasi tapi mulai dari mana? belajar sama siapa? dan melihat kode program rasanya pesimis buat bisa belajar membuat programnya. tapi seteleh saya coba - coba belajar sana sini, akhirnya saya mengerti mulai dari mana dulu :).
Oleh karena itu saya memutuskan untuk membuat artikel khusus mengenai hal ini, dan semoga bisa menjadi panduan dasar untuk teman - teman semua :)
Saya ingin mempelajari web programming, harus memulai dari mana?
Jawaban singkatnya adalah mulai dari HTML.
HTML adalah inti dari seluruh halaman web. Sangat mustahil untuk membuat website tanpa memiliki dasar pengetahuan tentang HTML. Untungnya, HTML juga sangat mudah dipelajari. Anda tidak perlu memiliki dasar programming atau pengetahuan tentang algoritma apapun. Satu-satunya kemampuan yang dibutuhkan adalah anda sudah cukup familiar dengan cara penggunaan web browser seperti Google Chrome atau Mozilla Firefox.
Setelah HTML, lanjut kemana?
Jika anda sudah menguasai HTML (minimal dasar-dasar HTML), bisa memilih antara CSS atauPHP. Apabila berminat dengan web design, silahkan lanjut mempelajari CSS. Apabila anda ingin membuat aplikasi web seperti pemrosesan form, menyimpan data ke database, membuat laporan, dll bisa lanjut ke PHP.
Saya pribadi lebih menyarankan untuk lanjut ke CSS. Dengan demikian, akan memiliki dasar yang pas dan bisa memahami bagaimana cara membuat tampilan website dan mempercantik desain halaman web.
Sama seperti HTML, CSS juga tidak membutuhkan pengetahuan apapun terkait programming. Baik CSS maupun HTML sebenarnya bukanlah sebuah ‘bahasa pemrograman’. Keduanya adalah bahasa struktur yang terdiri dari perintah-perintah sederhana (walaupun CSS mungkin ‘sedikit’lebih rumit daripada HTML).
Web Programming dengan PHP
Selanjutnya, setelah mempelajari HTML dan CSS, anda bisa lanjut ke PHP. Berbeda dengan HTML dan CSS, PHP ‘murni’ sebuah bahasa pemrograman komputer.
PHP digunakan untuk membuat ‘program’ sebenarnya dari sebuah website. Mulai dari mengatur alur logika, memproses hasil form HTML, hingga berkomunikasi dengan database seperti MySQL. Jika anda membuat sebuah website modern, 80% waktu akan anda habiskan membuat kode program PHP, terutama website kaya fitur seperti sistem informasi, ujian online, portal berita, dll.
Untuk dapat mempelajari PHP, sebaiknya punya dasar-dasar programming. Walaupun begitu, Duniailkom telah menyediakan tutorial PHP dasar untuk pemula yang dilengkapi langkah-langkah dari awal, sehingga anda bisa mempelajari PHP walaupun tidak memiliki dasar programming.
Menyimpan Data di Database MySQL
Ketika membuat website dengan PHP, kadang kita perlu untuk menyimpan data seperti registrasi user, laporan penjualan, hasil perhitungan, dll. Media penyimpanan ini dikenal dengan database.
Terdapat beragam aplikasi database yang bisa digunakan, saat ini aplikasi database yang paling populer untuk web programming adalah MySQL. Anda bisa mempelajari MySQL pada saat bersamaan dengan PHP atau fokus ke PHP, baru kemudian lanjut ke MySQL.
Jika anda mengikuti perkembangan terbaru web programming, sekarang juga muncul aplikasi database baru: MariaDB. MariaDB sebenarnya adalah ‘cloningan‘ dari MySQL. Seluruh perintah di MySQL tetap berjalan di MariaDB. Oleh karena itu anda tidak perlu khawatir untuk mulai belajar MySQL (walaupun nantinya akan menggunakan MariaDB).
JavaScript
Materi terakhir yang perlu dikuasai adalah JavaScript. Sama seperti PHP, JavaScript merupakan bahasa pemrograman murni.
JavaScript diperlukan untuk membuat halaman website yang interaktif, seperti apa yang terjadi ketika sebuah tombol di-klik, menampilkan pesan kesalahan jika salah mengisi form, membuat animasi hingga game online berbasis web.
Sebenarnya, anda bisa langsung mempelajari JavaScript setelah belajar HTML, tapi saya menyarankan untuk masuk ke JavaScript setelah paham PHP, terutama jika anda belum pernah mempelajari bahasa pemrograman komputer sebelumnya.
JavaScript menggunakan konsep pemrograman berbasis objek (Object Oriented Programming). Konsep OOP cukup sulit untuk pemula (terutama jika anda belum pernah belajar OOP). Walaupun begitu, dengan materi dan panduan yang sesuai, belajar JavaScript sangat menyenangkan. Fitur dan hasil akhir yang bisa didapat dengan JavaScript sangat menarik, seperti animasi, konten interaktif, dll.
HTML + CSS + PHP + MySQL + JavaScript, berapa lama untuk menguasai semua ini?
Jawabnya: tergantung :)
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Pertama, kata-kata ‘menguasai’ disini sangat relatif.
Untuk sekedar ‘tahu’ tentang fungsi masing-masing ‘bahasa’ ini, anda bisa meluangkan waktu sekitar 1 minggu (hari pertama belajar HTML, hari kedua belajar CSS, dst). Tapi sekali lagi, ini hanya untuk sekedar ‘tahu’, itupun jika anda tidak pusing dengan pembahasan masing2nya :)
Bahasan untuk setiap ‘bahasa’ ini sangat banyak. Apabila anda melihat-lihat buku terbitan luar seperti di amazon.com, beberapa buku bahkan memiliki hingga 1000 halaman, dan itu hanya khusus membahas satu macam materi seperti HTML saja, PHP saja, atau JavaScript saja. Buku manual resmi PHP dan MySQL bahkan bisa mencapai 2000 halaman.
Jadi, mungkin pertanyaannya bisa dibalik, yakni seberapa banyak yang ingin anda pahami? Dengan asumsi setiap hari meluangkan waktu 4-5 jam untuk belajar, dalam 1 bulan anda bisa dianggap sudah menguasai 1 materi (+ beberapa minggu untuk latihan kode program), sehingga total dalam 5 bulan sudah bisa menguasai HTML, CSS, PHP, MySQL, dan JavaScript. Ini dengan catatan anda sudah memiliki sumber bacaan yang mudah dipahami seperti buku, ebook, maupun tutorial online.
sekolahkoding.com mungkin bisa membantu teman - teman untuk belajar programming, disana tersedia banyak sekali kelas - kelas pemrograman mulai dasar hingga intermediet. saya juga belajar banyak dari sana, tutorialnya jelas dan mudah dipahami.
Hufftt, baiklah saya sudah cukup paham tentang HTML, CSS, PHP, MySQL, dan JavaScript, jadi apakah sudah selesai?
Sekali lagi, ini tergantung dari berbagai faktor. Jika anda berniat mempelajari web programming sebagai ‘hobi’ atau sekedar mengisi waktu luang, memahami kelima bahasa pemrograman web diatas dirasa sudah cukup. Tapi bagi anda yang berniat serius terjun ke dunia web programming, atau bahkan ingin memiliki karir sebagai web programmer, ini baru sebagai “gerbang awal”.
Dunia ilmu komputer, terutama web programming berkembang dengan sangat cepat. Setiap bulan (jika bukan setiap hari) lahir teknologi baru yang bisa digunakan untuk membuat website yang lebih “wah” dari sebelumnya. Teknologi ini hadir dalam bentuk library, plugin, framework, CMS atau bahkan sebuah bahasa pemrograman baru.
Sebagai contoh, di dalam bahasa pemrograman PHP, anda juga akan dituntut untuk memahami framework. Framework adalah kumpulan kode program dengan aturan tertentu yang bisa digunakan untuk menghasilkan website dengan cepat. Beberapa framework PHP yang cukup terkenal adalah Laravel, Code Igniter, Yii Framework, dan Zend Framework.
Sebagai contoh, di dalam bahasa pemrograman PHP, anda juga akan dituntut untuk memahami framework. Framework adalah kumpulan kode program dengan aturan tertentu yang bisa digunakan untuk menghasilkan website dengan cepat. Beberapa framework PHP yang cukup terkenal adalah Laravel, Code Igniter, Yii Framework, dan Zend Framework.
Dari sisi desain web (CSS), terdapat framework seperti Bootstrap dan Zurb Fondation. Selain itu ada juga teknologi CSS preprocessor seperti Less dan Sass.
Untuk JavaScript tersedia berbagai teknologi library seperti jQuery, framework AngularJS, dan juga Node.js. Khusus untuk jQuery, duniailkom juga telah menyediakan tutorial dasarnya: Tutorial jQuery untuk pemula. Tp sebelum kesini, wajib sudah paham HTML dan JavaScript.
Melihat banyaknya teknologi yang harus dikuasai, pada titik ini umumnya anda harus memilih akan fokus kemana. Jika fokus ke web designer (dikenal juga sebagai front-end developer), kuasai secara mendalam HTML+CSS+JavaScript beserta frameworknya. Jika anda ingin fokus keweb programmer (dikenal juga dengan back-end developer), khususkan diri untuk mendalami PHP dan berbagai framework-nya.
Sebagai pembuktian untuk kebutuhan akan framework, silahkan anda lihat lowongan kerja web programmer. Hampir semuanya membutuhkan syarat menguasai beberapa framework sepertiCode Igniter, Laravel, atau jQuery.
Wah banyak banget yang harus dikuasai mas…
Lagi-lagi, ini tergantung dengan tujuan anda mempelajari web programming. Jika butuh untuk keperluan edukasi seperti tugas sekolah / membuat skripsi, silahkan fokus untuk menyelesaikannya, gunakan web programming sebagai ‘media’ untuk mencapai tujuan ini.
Tetapi jika anda serius ingin berkarir sebagai programmer, mempelajari setiap teknologi ini akan terasa sangat menyenangkan. Istilahnya, tiada hari tanpa ngoding :)
Semoga tulisan singkat ini bisa memberikan gambaran apa yang akan anda hadapi dan apa yang harus anda kuasai untuk menjadi Programmer terutama Web Programmer. Mudah-mudahan bermanfaat, dan jika ada ide/saran/pertanyaan/berbagi pengalaman, silahkan tinggalkan sepatah dua patah kata di kolom komentar :)
Langganan:
Komentar (Atom)




